Jarwo Susanto yang kerap dipanggil Bang Jarwo membangun UKM Tempe Bang Jarwo sejak ditutupnya kawasan lokalisasi Dolly dua setengah tahun lalu. Pada saat itu Bang jarwo yang sehari-harinya menjual kopi bagi para penikmat dunia malam kawasan Dolly, tergolong warga yang kontra dengan penutupan kawasan lokalisasi yang sempat menjadi kawasan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara. Karena menjadi salah satu warga yang kontra, Bang Jarwo sempat kabur dari rumah karena merasa dirinya terancam untuk dipenjarakan oleh polisi karena sikap kontra penutupan dolly. Namun sebenarnya bukanlah Bang Jarwo menjadi buruan polisi, melainkan kakaknya yang turut serta ikut berperang melawan Satpol PP 18 Juli 2014. Di saat masa pelariannya di rumah saudaranya yang ada di Sidoarjo, Bang Jarwo mendapatkan ilmu dan pembelajaran cara membuat tempe. Dari situlah titik balik semangat Bang Jarwo untuk melanjutkan kehidupannya  pasca penutupan kawasan lokalisasi Dolly. Dengan pemberian modal 3kg kedelai, Bang Jarwo bertekad untuk kembali dan mulai memproduksi tempe sebagai mata pencarian baru yang lebih berkah.

Demi mewujudkan UKM Tempe ini, Bang Jarwo tidaklah sendiri melainkan dibantu istrinya Munasipah yang kerap disapa Mbak Eva. Sebelum menikahi Bang Jarwo, Mbak Eva sempat bekerja sebagai PSK di Dolly. Motif dibalik keputusan tersebut ialah hutang puluhan juta yang melilit Mbak Eva yang harus cepat dibayarkan. Setelah 2-3 bulan menjadi PSK, alhasil hutang tersebut berhasil terbayarkan. Namun, Mbak Eva masih melanjutkan pekerjaan tersebut hingga di bulan ke-7. Pada saat itu, Mbak Eva merasa sangat bersalah dan ingin bertaubat. Di saat itulah Mbak Eva dipertemukan dengan Bang Jarwo yang berjualan kopi tidak jauh dengan wisma tempat Mbak Eva bernaung. Meskipun tahu dengan kondisi Mbak Eva dan semua ceritanya, Bang Jarwo berani untuk membantu pelarian Mbak Eva dari sang mucikari ke Pekalongan dan disana mereka memutuskan untuk menikah.

Pasca penutupan lokalisasi Dolly, Bang Jarwo dan Mbak Eva sepakat untuk memulai bisnis tempe hingga saat ini. Dengan bantuan dari teman-teman Gerakan Melukis Harapan, UKM Tempe Bang Jarwo menghasilkan beberapa inovasi produk diantaranya: Tempe Balado, Tempe Cinta, Nugget Tempe, dll. Bang Jarwo dan Mbak Eva adalah contoh masyarakat dari dolly yang ingin berkembang dan maju. Melalui usaha tempe dari yang semula hanya 3kg sekarang menjadi 20kg dan berpenghasilan omzet 10 Juta. Mereka pernah menjadi pembicara di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Di Rembang, Jawa Tengah diundang oleh Semen Indonesia, Universitas X (Uni-X) dan lain2.

Lahir di Kawasan Eks Lokalisasi Dolly, dulu Bang Jarwo diburu dan sekarang dibanggakan. Sedangkan Mbak Eva, sosok wanita harapan yang bisa jadi teladan bahwa ia mampu berubah dan bangkit dari gemerlapnya dunia.

Berminat untuk mengundangnya sebagai pembicara ?

Narahubung : 082233441334

Kenapa Jarwo dan Eva memilih usaha tempe ?

Simak liputannya di NET TV pada link berikut:

NET. JATIM – MANTAN PSK JADI JURAGAN TEMPE

Cerita Tempe Bang Jarwo pun telah masuk di Good News From Indonesia :

Bang Jarwo Dolly dan Eks PSK Dolly Bangun Usaha Tempe

Designed by SUKAWEB.com
Top
Ikuti Kami: