IMG-20170117-WA0001

 

Surabaya – Dreamdelion yang diprakarsai oleh Alia Noor Anoviar sejatinya bergerak di bidang yang sama dengan Gerakan Melukis Harapan. Pada Sabtu, 14 Januari 2017 Dreamdelion dan Gerakan Melukis harapan berkesempatan untuk berkolaborasi dalam suatu kegiatan membatik kain batik ikat.

“Salah satu fokusan divisi ekonomi di GMH sendiri adalah memberikan pemberdayaan dalam bentuk pelatihan-pelatihan aktivitas ekonomi baru bagi warga Dolly”,terang Fauzan Fikri selaku Ketua Divisi Ekonomi Gerakan Melukis Harapan. “Adapun kegiatan ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk sharing konsep pemberdayaan dan karena kebetulan Dreamdelion sendiri memiliki keahlian di bidang batik ikat, jadi kegiatan kemarin berupa pelatihan membuat kain batik ikat”,pungkasnya.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kelurahan Putat Jaya tersebut diawali dengan sharing konsep pemberdayaan masyarakat melalui ekowisata antara komunitas Dreamdelion dan Gerakan Melukis Harapan. Setelah dirasa puas dengan diskusi saling berbagi konsep dan juga kisah masing-masing pergerakan, kegiatan dilanjutkan dengan workshop pembuatan kain batik ikat oleh komunitas Dreamdelion. Workshop tersebut diawali dengan pengenalan bahan-bahan serta perlengkapan dalam membuat kain batik ikat. Para peserta kemudian melanjutkan dengan bersama-sama membuat pewarna yang nantinya digunakan sebagai pemercantik kain batik ikat yang dibuat. Para peserta lalu diajari teknik mengikat kain-kain yang merupakan media dari karya kain batik ikat. Nantinya pola-pola yang terbentuk berasal dari teknik melipat dan mengikat kain tersebut. Setelah kain-kain dilipat dan diikat, kemudian kain-kain tersebut dicelupkan ke pewarna yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh para peserta. Pola-pola yang terbentuk pada kain tersebut harus terkunci, sehingga digunakanlah tawas untuk menjaga pola-pola yang terbentuk pada kain dapat terkunci atau bertahan polanya. Setelah selesai dengan proses pembentukan pola pada kain, para peserta kemudian menjemur hasil karyanya sebelum kemudian kain batik ikat dapat dipergunakan.

Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan ini dengan aktif dan penuh antusias. Salah satunya Indah dari Jurusan Biologi ITS. “Acaraya seru banget, narasumbernya supel sehingga kami menjadi nyaman untuk bertanya-tanya. Selain itu sharing dari teman-teman Dreamdelion itu mampu membuka mata kami tentang susah dan senangnya perjuangan dalam mengabdi pada masyarakat”,kata Indah.

Kegiatan seperti ini memang diharapkan untuk sering dilakukan. Harapannya adalah agar konsep pergerakan pemberdayaan masyarakat dapat senantiasa berkembang dan mampu menjadi inspirasi untuk orang banyak. Lebih jauh, konsep-konsep pergerakan seperti ini diharapkan dapat membawakan perubahan yang masif di lingkungan masyarakat-masyarakat yang membutuhkan.

Melukis Harapan, inspirasi kita untuk peradaban mulia. (loj)

Comments

comments

CategoryBerita, Ekonomi
Designed by SUKAWEB.com
Top
Ikuti Kami: