Surabaya- Jumat, 30 Desember 2016 Gerakan Melukis Harapan dibawah pimpinan Mas dalu kembali melakukan kegiatan postif yang kali ini mempersembahkan sebuah kegiatan pertunjukan pentas tunggal dengan tema “Bermain Mendung”. Pemenentasan tunggal ini dilakukan di Gedung Srimulat THR Surabaya tepatnya belakang gedung Hi-Tech.

Pementasan kali ini dilakukan dengan tujuan untuk menggali potensi dan mengembangkan kreatifitas dari anak-anak remaja khususnya anak remaja daerah Putat Jaya. Kegiatan kali ini juga dibantu oleh sahabat Teater Bocah kawan Kami dan  komunitas penggemar seni Surabaya yang diantara keduanya saling bekerja sama untuk mempersembahkan sebuah penampilan berupa pertunjukan Pentas Seni Tunggal Bermain Mendung. Pementasan kali ini sepenuhnya dana diambil dan didapatkan dari perjuangan temen-temen relawan untuk mencari dana. Dalam mendapatkan dana yang besar temen-temen relawan melakukan berbagai kegiatan mulai dari jual makanan, jual pakaian serta mendapat sumbangan dana dari Paguyuban Karya Salemba ITS atas hal yang dilakukan Positif Fighter yang dilakukan oleh kumpulan mahasiswa ITS dan UNAIR dibawah naungan KSE ITS pada hari sabtu, 17 Desember 2016. Dalam kegiatan KSE yang dilakukan alhamdulillah telah mendapat dana sebesar Rp 8.841.000,00 sesuai yang dikutip dalam akun instagram @Teaterbocahh.

Berbagai persiapan telah dilakukan oleh teman-teman relawan Gerakan Melukis Harapan, Teater Bocah Kawan Kami, dan Komunitas penggemar seni Surabaya demi suksesnya acara pementasan tunggal. Persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari mulai mencari peran dalam lakon pementasan yang akhirnya dipilih dari berbagai anak-anak berbakat yang ada di Surabaya khususnya daerah Putat Jaya. Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan akhirnya telah sampai pada acara yang ditunggu-tunggiu. Pementasan yang digelar pada pukul 18.00 wib telah berjalan diluar target yang ternyata banyak sekali penonton yang menonton dengan penuh antusias dan semangat untuk mengisi waktu libur akhir tahun. Pementasan Tunggal Bermain Mendung di mulai dengan berbagai acara menghibur dengan adanya hiburan musik, persembahan Tari Saman, monolog, film pendek, dan drama dari persembahan Teater Bocah

Dalam pementasan drama yang ditampilkan menceritakan sebuah kisah kehidupan anak pada masa kecil yang sedang bermain dengan maianan tradisional ketika waktu menjelang maghrib dan akhirnya salah satu anak diculik oleh sosok hantu Wewe Gombel.  Cerita ini di ambil sebagai sarana mengingatkan masa permainan sewaktu kecil. Pementasan Tunggal ini berjalan sangat meriah dan menyenangkan dengan diawali penampilan musik serta tari saman yang dalam persembahannya begitu menarik perhatian mata penonton. Tak lupa juga penampilan dari film pendek dan drama yang tak kalah pentingnya menampilkan sebuah lakon dengan penuh penghayatan dan perasaan mendalam. Canda dan tawa terlihat dari berbagai wajah penonton yang menandakan bahwa hal itu sebagai salah satu bukti penampilan pementasan tunggal ini berjalan sangat meriah dan menyenangkan.

Pementasan Tunggal berakhir dengan ditutup oleh persembahan drama yang begitu memukau. Dengan berakhirnya drama maka berakhir pula  pementasan hari itu dan segenap team sujud syukur atas pencapaian mereka atas keberhasilan dalam mementaskan sebuah aksi dalam bentuk pentas seni. Terlebih dari segenap team bangga karena dengan membuat acara dan menampilkan pementasan ini bisa membantu mempromosikan hal postif mengenahi masyarakat daerah Putat Jaya khususnya Dolly mampu berubah layaknya masyarakat umumnya serta lebih baik yang dahulu terkenal akan prostitusinya itu. Segenap team juga berharap bahwa kegiatan seperti pementasan ini akan terus diadakan dengan kreativitas dan inovasi baru. Berakhirnya pementasan ini juga memberikan dampak positif dalam membangkitkan semangat pada relawan Gerakan Melukis Harapan untuk terus berupaya membantu masyarakat daerah Putat jaya dan Dolly dalam pemberdayaan masyarakat kedepannya.

Comments

comments

Designed by SUKAWEB.com
Top
Ikuti Kami: