Saat terdengar sebuah kawasan bernama Dolly, semua paham akan daerah prostitusi yang begitu melekat tentang kawasan tersebut. Bagaimana tidak? Dolly telah mendapat predikat sebagai kawasan prostitusi terbesar se-Asia Tenggara. Sangat jelas hal ini berdampak pada kondisi anak-anak mulai dari balita hingga remaja,dan juga untuk mereka-mereka yang dewasa dan lansia. Bisnis prostitusi tersebut berada di sekeliling warga yang notabene tidak menginginkan prostitusi itu ada di sekelilingnya. Namun hal ini seakan telah menjadi tradisi dan budaya di kawasan dolly sendiri selama berpuluh-puluh tahun. Ribuan orang telah berkecimpung dalam bisnis prostitusi tersebut, sedangkan para warga mulai dari anak-anak hingga dewasa telah dipertontonkan segala proses transaksi yang ada, mulai dari ikan berbusana bikini yang terpampang jelas di dalam akuarium besar hingga gemerlapnya lampu kelap-kelip dalam sebuah bar dan lain-lain. Dengan hadirnya aktivitas prostitusi tersebut mengakibatkan tumbuh kembang anak-anak di daerah tersebut ikut terkontaminasi. Sedangkan para orang tuanya ada yang tidak terpengaruh namun ada juga yang terpengaruh dengan kondisi Dolly yang masih aktif tersebut.

Mereka yang berada di jalan yang lurus jelas kalah dalam kuantitas, namun doa mereka pun seakan dikabulkan untuk menjauhkan anak-anak dari bahaya prostitusi. Tepat pada tanggal 18 juni 2014, lokalisasi dolly ditutup. Akan tetapi hal ini berdampak pada perputaran uang atau pendapatan yang didapat oleh warga Dolly. Dimana biasanya sehari bisa mereka bisa mendapatkan uang sebesar Rp 500.000,- – Rp 1.000.000,-, namun semenjak penutupan mereka hampir tidak mendapatkan penghasilan. Secara psikologis ditutupnya kawasan lokalisasi Dolly berdampak pada semua orang yang merupakan warga asli di kawasan tersebut (putat jaya-kupang gunung timur), sedangkan bagi mereka-mereka yang aktif secara prostitusi kebanyakan berasal dari luar kota Surabaya. Sedikit demi sedikit, tatanan kawasan Dolly yang baru kini mulai terangkat dan berubah menjadi kawasan yang baru. Prostitusi mulai menghilang, calo-calo sedikit demi sedikit berangsur lenyap. Ibu-ibu dan bapak-bapak mulai mencari pekerjaan atau bisnis yang lebih berkah dari sebelumnya.

Tak bisa dipungkiri bahwa Dolly dengan kondisinya yang ramai akan prostitusi juga memberikan dampak terhadap para ibu-ibu di sana dalam proses mendidik anak-anaknya, bercengkrama dengan tetangga, menghidupi tetangga dengan rezeki yang berkah dan lain-lain. Hal inilah yang menjadi perhatian khusus bagi Gerakan Melukis Harapan. Selain anak-anak yang perlu dibina dalam sisi psikologis dan pengondisian emosionalnya, para ibu-ibu juga perlu diberikan perhatian hingga mampu menciptakan kondisi keluarga yang baik. Ibu-ibu eks lokalisasi Dolly kini mendapatkan materi tentang bagaimana mendidik anak, merayu suami, melayani suami dan juga bagaimana menjadi seorang istri/ibu yang baik untuk suami dan anak-anaknya. Semua materi tersebut dibahas dalam program “School of Parenting”, salah satu program yang berada di bawah naungan bidang pendidikan. Pada program “School of Parenting” ini, kami bekerjasama dengan 2 lembaga yakni dari Tabassum Emde dan Komunitas Fun Parenting. Kedua lembaga ini mengajarkan tentang parenting tapi dengan konten materi yang berbeda.

Tabassum Emde mengarahkan atau memberi materi tentang parenting nabawiyah yaitu mengajarkan materi parenting berdasarkan pada sumbernya, yakni Al Qur’an. Kerjasama ini menghadirkan penceramah kondang berasal dari Surabaya yakni Ustadz Carlos Abu Hamzah, M.Pd.I. Pada materi ini, beberapa kali sering mengambil atau mendalami arti dari Q.S. Lukman. Sedangkan Komunitas Fun Parenting, mengajari parenting dengan metode pendekatan yang berbeda yaitu melalui beberapa hal menarik yang pasti disukai oleh ibu-ibu, seperti jalan-jalan ke tempat makan, belajar bikin kue langsung di pabrik pembuatannya serta hal-hal yang identik dengan bagaimana mengajarkan seorang ibu untuk tidak menggunakan kata-kata negatif ketika sedang menasehati anak-anaknya. Melalui kerjasama dari 2 lembaga ini, harapannya nanti ada keluarga parenting percontohan atau kader parenting yang dapat membagikan ilmunya kepada tetangga-tetangganya. (sam/far)

Designed by SUKAWEB.com
Top
Ikuti Kami: