inspiratrip

INSPIRATRIP, Ajak Wisatawan Mengenal Kampoeng Harapan Usai ditutupnya eks kawasan lokalisasi Dolly, banyak masyarakat yang meragukan upaya dijadikannya Dolly sebagai kawasan wisata yang mampu menarik banyak pengunjung untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi warga putat jaya. Melalui kegiatan yang bertajuk INSPIRATRIP–inspiring tourism, yang digagas oleh Gerakan Melukis Harapan mencoba menawarkan trip perjalanan wisata inspiratif ke Kampoeng Harapan untuk menunjukkan perkembangan positif warga eks lokalisasi Dolly.

Kamis, 29 Oktober 2015 menjadi hari bersejarah bagi 20 peserta INSPIRATRIP yang secara langsung ikut melihat perubahan yang terjadi di area eks kawasan lokalisasi Dolly. Sebelum memulai penjelajahan, peserta INSPIRATRIP dikumpulkan terlebih dahulu di kantor kelurahan Putat Jaya dan disambut hangat oleh Pak Lurah dan jajarannya. Seusai penyambutan, para wisatawan diangkutmenggunakan becak menuju destinasi pertama yaitu napak tilas Gang Dolly. Setibanya wisatawan di Gang Dolly, mereka langsung dipandu Pak Kasidi yang sudah puluhan tahun menetap di area Gang Dolly mengunjungi Wisma Barbara. Wisma ini dikenal sebagai wisma terbesar di Gang Dolly dengan tinggi enam lantai. Di dalam wisma, wisatawan diperkenalkan tentang sejarah Gang Dolly dan gambaran Gang Dolly ketika masih aktif. Akuarium yang dulunya menjadi tempat untuk memajang para PSK, kini sudah beralih fungsi menjadi lab komputer (Broadband Learning Center).

Destinasi selanjutnya adalah kampung positif, yang dikenal sebagai kampung bebas prostitusi. Di kampung ini, wisatawan diajak mengunjungi tempat usaha yang dirintis warga kampung positif diantaranya usaha sablon, batik tulis jarak arum dan juga terdapat taman baca kawan kami yang sudah berdiri sejak tahun 2007 dimana ketika lokalisasi Dolly masih aktif. Taman baca ini dikelola Pak Kartono sebagai pusat kegiatan anak-anak dan pemberdayaan perempuan. Setelah itu, para wisatawan diajak menuju destinasi terakhir yaitu kampung oleh-oleh yang dibina oleh divisi ekonomi Gerakan Melukis Harapan. Setibanya disana, para wisatawan disambut oleh Pak Slamet selaku Ketua RT dan para ibu-ibu pembuat kerupuk Samijali (Samiler Jarak-Dolly). Disana para wisatawan juga turut serta dalam proses packaging kerupuk Samijali, mulai memasukkan kerupuk samiler ke dalam plastik yang kemudian diakhiri tahap pressingpackaging. Selanjutnya terdapat sesi sharing terkait kondisi warga sebelum dan setelah penutupan kawasan lokalisasi Dolly. Dari sisi pendapatan yang mereka hasilkan jauh di bawah dibanding saat lokalisasi masih aktif, tetapi mereka merasa senang dan bersyukur karena rezeki yang didapat jauh lebih berkah dibanding saat lokalisasi masih aktif dan masih banyak lagi pengaruh positif yang dirasakan oleh warga. Harapannya dengan adanya perjalanan wisata ini mampu memberikan inspirasi dan informasi terkini terhadap masyarakat bahwa sebagian warga Dolly sudah berubah.
INSPIRATRIP Inspiring Tourism

CategoryBerita, Event, Pengumuman
Write a comment:

*

Your email address will not be published.

Designed by SUKAWEB.com
Top
Ikuti Kami: