Surabaya – Program Inspiratrip oleh Gerakan Melukis Harapan telah sekali lagi berhasil menginspirasi para pesertanya. Betapa tidak, sebanyak 30 lebih peserta yang berasal dari berbagai universitas dan SMA dari Surabaya – Madura mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusiasme di tengah cuaca mendung kota Surabaya. Kegiatan ini pun seakan membuat mereka lupa akan kepenatan akademik menjelang ujian akhir semester.

Pelaksanaan yang dilakukan pada 18 Desember 2016 ini sejatinya merupakan pelaksanaan yang pertama kali sejak dibukanya kembali Inspiratrip pada bulan ini. Kegiatan dimulai sejak pagi di hari Minggu dalam kondisi cuaca yang cukup berawan. Meski demikian, peserta cukup bersemangat dalam menyusuri tiap sudut eks-lokalisasi Jarak – Dolly. Kegiatan diawali dengan mengunjungi salah satu eks-wisma yang cukup terkenal yaitu Wisma Srikandi. Di tempat tersebut para peserta disuguhi dengan kisah-kisah dan sejarah eks-lokalisasi sejak pra-penutupan, proses penutupan, hingga pasca-penutupan beserta perjuangan masyarakatnya untuk survive dan berubah menjadi peradaban yang lebih mulia. Setelah tercerahkan, para peserta kembali melanjutkan perjalanan menuju Wisma Barbara. Wisma Barbara sendiri terkenal sebagai wisma paling besar dan terkenal pada wilayah eks-lokalisasi. Setelah puas melihat-lihat salah satu saksi bisu dari sejarah kelam wilayah eks-lokalisasi Jarak – Dolly, para peserta melanjutkan kembali kunjungannya di salah satu kampung penghasil produk yang sudah cukup memiliki nama yaitu Samijali (Samiler Jarak – Dolly) . Di kampung tersebut para peserta melihat secara langsung salah satu wujud perjuangan warga Jarak – Dolly dalam bentuk bisnis sosial. Tidak hanya samiler yang tenar sebagai salah satu produk unggulan dari wilayah eks-lokalisasi ini, ada juga produk bisnis sosial lainnya berupa minuman rumput laut yang menyegarkan yang terkenal brand Orumi. Para peserta pun tak ketinggalan mengunjungi kampung yang memungkinkan produk Orumi ini terwujud. Wilayah eks-lokalisasi pun ternyata memiliki kampung pemberdayaan lingkungan bernama Kampung Kesling. Peserta tentu tak ingin ketinggalan untuk mengunjungi tempat ini. Di Kampung Kesling, para peserta melihat bagaimana pengelolaan tanaman-tanaman oleh warga, melihat mekanisme penerapan bank sampah, dan terakhir para peserta tak mau ketinggalan untuk kesenian mural pada kampung ini yang merupakan hasil dari kreativitas warga eks-lokalisasi dan sebagai bentuk daya dukung warga kepada pemerintah dalam aspek perwujudan lingkungan yang hijau, sehat, dan menarik untuk kebaikan sosial.

Kegiatan yang telah digagas sejak Oktober 2015 ini tak pernah gagal dalam menginspirasi para pesertanya, salah satu peserta yang terinspirasi kali ini ialah Bayu dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya. “Awalnya hanya ingin tahu pasca-penutupan tuh seperti apa” ungkap Bayu. “Setelah mengikuti kegiatan ini jadi tahu kegiatan masyarakat disini tuh ngapain aja dan juga jadi tahu permasalahan disini apa aja” tambahnya. Harus diakui memang kegiatan ini merupakan salah satu media bagi siapa saja yang ingin membuktikan sendiri bahwa wilayah lokalisasi yang bahkan namanya terkenal hingga se-Asia Tenggara ini telah berhasil mengubah wajahnya. Kegiatan ini dikemas sedemikian rupa sehingga selalu mampu untuk menjadi salah satu opsi berwisata di Surabaya dan sekaligus menambah wawasan di berbagai macam aspek khususnya kehidupan sosial.
Tertarik? Siap terinspirasi dan menjadi inspirasi? Siap mewujudkan peradaban mulia?
Tunggu apa lagi, ayo menjadi bagian dalam gerakan perubahan ini bersama Gerakan Melukis Harapan dan buktikan sendiri kalau Dolly memang sudah berubah!

INSPIRATRIP, Inspiring Tourism.

Comments

comments

CategoryUncategorized
Designed by SUKAWEB.com
Top
Ikuti Kami: