Jauh sebelum lokalisasi Jarak-Dolly ditutup, terdapat sebuah taman bacaan masyarakat yang dianggap sebagai oase di padang ilalang kawasan lokalisasi tersebut. Taman Bacaan tersebut dikenal sebagai Taman Bacaan Kawan Kami yang terletak di Jl Putat Jaya 2a / 36. Taman Bacaan Kawan Kami didirikan sejak tahun 2007 dalam kondisi kawasan lokalisasi Jarak-Dolly yang masih aktif. Berada di tengah-tengah sebuah kawasan lokalisasi dimana aktivitas prostitusi yang meraja lela dan riuh suara musik koplo, dangdut dan sejenisnya selalu terdengar di setiap malamnya, yang kemudian menjadikan taman bacaan ini sebagai bentuk perhatian dari Pak Kartono sang pendiri bagi anak-anak kecil yang tinggal di kawasan tersebut. Bahkan ketika malam datang, anak-anak selalu menghampiri TBM Kawan Kami untuk belajar dan bermain. Berbagai program telah dibuat, hingga membuat anak-anak tersebut mampu berprestasi dalam berbagai hal yakni dongeng, menyanyi dan lain-lain. Saat kawasan lokalisasi masih aktif, TBM Kawan Kami menjadi pusat beraktivitasnya anak-anak. Karena mereka juga kebingungan terkait minimnya tempat bermain mereka, seakan-akan dunia mereka telah direnggut oleh aktivitas lokalisasi yang terjadi di lingkungannya.

Lalu sebuah keputusan yang mengejutkan datang dari orang nomer 1 surabaya pada saat itu, yakni walikota surabaya, Tri Rismaharini yang membuat kebijakan untuk menutup lokalisasi Jarak-Dolly. Sebanyak ribuan PSK dan aktor prositusi pun dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing. Namun hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk mengajak anak-anak di sana untuk tetap berkegiatan positif. Mengapa jadi tantangan? Bukankah seharusnya menjadi lebih mudah? Justru lebih susah, kenapa? Karena mereka memiliki area dan waktu yang lebih bebas untuk mereka sendiri. Mereka bisa bermain dan bercengkrama di tengah-tengah kampung secara bebas tanpa ada rasa takut ataupun khawatir seperti pada saat lokalisasi masih aktif, dimana hal ini belum pernah rasakan ketika lokalisasi masih aktif.

teater bocah usai tampil

Pada saat masa penutupan lokalisasi dolly, TBM Kawan Kami bekerjasama dengan Gerakan Melukis Harapan (GMH) untuk mengembangkan minat bakat anak-anak yang ada disana. Sehingga secara aktivitas masih tetap terjaga, proses edukasi dan pengembangan minat bakat untuk anak-anak selalu diasah. Setelah melalui proses pengenalan dengan anak-anak, beberapa bakat yang muncul diantaranya bermain seni drama, vokal, dongeng dan lain-lain. Bakat tersebut dapat tersalurkan melalui sebuah pementasan layaknya teater, para aktris dan aktor nya semuanya masih bocah (anak-anak) maka disebutlah kelompok ini sebagai Teater Bocah.

Sekumpulan bocah yang ingin berkarya untuk negeri, melalui teater bocah ini mereka menyalurkan dan mengembangkan bakatnya untuk menghibur masyarakat Surabaya. Sampai saat ini mereka memilik pengalaman puluhan kali tampil di berbagai tempat di surabaya mulai dari Grand City Mall, Taman Apsari, Dies Natalis UNAIR, BG Junction Mall, Balai Pemuda dan lain-lain. Penampilan mereka pun tak melulu tentang teater atau berseni drama saja, melainkan ada musikalisasi puisi, penampilan band, monolog, dan dongeng cilik pun sempat dimainkan oleh punggawa teater bocah ini. Mereka punya semangat yang kian meningkat dan merindukan untuk pentas dan mentas. Pada setiap pementasan, mereka tak luput juga untuk menyampaikan pesan yang dapat dipahami oleh para penonton. (sam)

Designed by SUKAWEB.com
Top
Ikuti Kami: